CERITA ANDA

Menyimak Kisah dari Negeri Salak

Kelompok tani Desa Purwoharjo adalah perintis salak pondoh.
Menyimak Kisah dari Negeri Salak
Kecamatan Ampelgading (U-Report)

VIVA.co.id - Jika suatu masyarakat dalam suatu kebudayaan memiliki sebuah ritual atau tradisi yang harus dilakukan dan apabila diabaikan akan menjadi suatu ketidakharmonisan, maka inilah penggambaran yang selalu dihadapi bagi mahasiswa antropologi. Di setiap akhir semester, para mahasiswa antropologi --mungkin di seluruh dunia, dan karena warisan dari antropolog terdahulu--, akan selalu melaksanakan ritual turun ke lapangan dengan mengunjungi sebuah desa selama beberapa hari dan kemudian melakukan penelitian.

Meskipun di jurusan lain ritual ini kebanyakan dilaksanakan pada semester akhir saja, dan sekali saja sebelum lulus yaitu dengan mengadakan kegiatan khusus yang menarik perhatian mayoritas masyarakat di desa tersebut yang dikenal dengan Kuliah Kerja Nyata --karena di semua desa yang kami datangi mengira kami sedang melakukan kegiatan ini--. Imajinasi lainnya yang paling mendekati adalah kami seperti sedang melaksanakan salah satu program acara televisi --yang sayangngya saat ini sudah tidak tayang lagi--, yaitu "Jika Aku Menjadi".

Pada awal tahun 2014, daerah "beruntung" yang kami datangi adalah sebuah desa di wilayah terluar Malang, dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Lumajang. Desa Purwoharjo, merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Ampelgading yang secara kontur wilayahnya desa ini bahkan memasuki kawasan lereng Gunung Semeru.

Dari Kota Malang, perjalanan yang ditempuh untuk mencapai ke kecamatan ini bahkan melewati 4 kecamatan yakni, Tumpang, Wajak, Turen, Dampit, dan kemudian Ampelgading. Di edisi penelitian antropologi semester ganjil kali ini, ada suasana berbeda. Kami para mahasiswa yang menjelang semester penghabisan ini tidak lagi "hidup bersama" ketika menjalani penelitian.

Jika di penelitian sebelumnya dalam satu desa kami tinggal dalam satu rumah dengan jumlah anak 30, kemudian ber 6, dan kini semakin intim dengan hanya berpasangan. Kami hanya berdua, selama lima hari, menghabiskan 4 malam, dalam sebuah keluarga, di satu RT di desa.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...