CERITA ANDA

Penyuku Sayang, Penyuku Malang

Penyu masih selalu diburu, daging dan telurnya diambil.
Penyuku Sayang, Penyuku Malang
Penyu Belimbing  (U-Report)

VIVA.co.id - Malam itu, tepatnya pada malam Jumat, pukul 23.30, kami menelusuri jejak tempat bertelur Penyu Belimbing (Dermochelys coriacea) di Pantai Lampu'uk, Lhoknga, Aceh.

Langkah yang terseok-seok karena lembutnya pasir pantai, pekatnya malam, serta angin berhembus khas pesisir tidak menyurutkan langkah kami untuk menemukan sarang si Penyu Belimbing.

Bertarung dengan waktu, akhirnya kami sampai juga di tempat yang kami tuju, dan kami beruntung penyu tersebut sedang mengeluarkan telurnya. Langsung saja kami memungut satu persatu telur tersebut tanpa mempedulikan si ibu penyu yang sedari tadi sibuk mengeluarkan calon buah hatinya.

Setelah semua telur diambil, maka kami pun mulai mengukur panjang penyu dan mendokumentasikan hal-hal yang perlu. Setelah itu penyu tersebut pergi dan kami pun beranjak ke tempat konservasi penyu yang ada di pantai tersebut untuk membuat sarang yang baru untuk telur Penyu Belimbing.

Seperti yang diketahui, penyu merupakan spesies langka. Oleh karena itu, CITES (Convention on International Trade in Endangered Species) menetapkan bahwa penyu merupakan hewan langka dan hampir punah. Ancaman utamanya terbagi kedalam 2 sebab yaitu, ancaman alami dan tidak alami.

Ancaman alami meliputi predator seperti biawak, kadal, semut merah, perubahan bentuk pantai, dan kondisi alam yang tidak memungkinkan. Sedangkan ancaman tidak alami berupa pengambilan telur secara tidak terkontrol oleh manusia, dan konsumsi daging penyu yang tidak dibarengi dengan pembudidayaan berlanjut.

Tingginya kandungan protein pada telur penyu, membuat keberlangsungan hidup penyu semakin mengkhawatirkan. Sangat disayangkan sekali jika hewan tersebut punah dan anak cucu kita tidak bisa lagi menikmati telur penyu. Mudah-mudahan hewan ini akan tetap ada selamanya. (Cerita ini dikirim oleh Wiwin Rinaldi H)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...