CERITA ANDA

Pendapatku Tentang Pendidikan di Indonesia

Masih banyak sekolah yang kekurangan tenaga pengajar.
Pendapatku Tentang Pendidikan di Indonesia
Ilustrasi

VIVA.co.id - Pendidikan di Indonesia sudah mulai berani bersaing dengan dunia, hal ini bisa kita lihat dari pemuda pemudi Indonesia yang berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan berbagai prestasi di dunia. Tentu semua itu tak lepas dari jasa para pahlawan tanpa tanda jasa yang biasa disebut guru.

Buku-buku pendidikan kini mulai tidak dicetak melainkan dapat diunggah di situs-situs internet. Hal tersebut tentu memudahkan semua kalangan untuk dapat membaca tanpa harus membeli buku dengan harga yang mahal.

Bahkan tersebar berita bahwa Indonesia akan mulai menjalankan Ujian Nasional (UN) secara online. Menurut pendapat saya, hal itu memang baik, tetapi seharusnya tiap sekolah dipastikan memiliki fasilitas yang memadai. Belum lagi jaringan internet di Indonesia yang seringkali terjadi gangguan.

Hal ini tidak seperti di negara Singapura yang memiliki jaringan komunikasi yang kuat sehingga dapat menjamin akses internet selalu berjalan lancar. Karena itulah, maka tak heran murid-murid dan para guru begitu terkejut mendengar berita tersebut. Karena para guru pun merasa tidak siap karena tentu saja tidak semua guru menguasai IT (Ilmu Teknologi).

Pendidikan di Indonesia semakin terus berkembang. Melalui kurikulum 2013 yang menekankan untuk menggali potensi siswa-siswi, tentu ini sangat baik untuk pengembangan diri mereka, meskipun memang banyak siswa-siswi yang mengeluhkan tentang begitu padatnya jadwal yang harus mereka jalani. Memang ini menjadi sebuah perubahan yang cukup drastis. Guru dan siswa belum terbiasa dengan kurikulum baru ini. Namun, pemerintah tetap meyakini kalau kurikulum 2013 akan mampu menghasilkan penerus bangsa yang baik.

Mungkinkah pendidikan di Indonesia berjalan sesuai keinginan? Apa yang sebenarnya rakyat inginkan mengenai pendidikan di Indonesia ini? Sayangnya, masih saja banyak kekurangan, seperti guru yang tidak merata dan pendidikan guru yang tidak merata pula. Banyak sekolah yang kekurangan guru sehingga guru yang ada terpaksa mengajar mata pelajaran yang tidak sesuai dengan bidangnya. Padahal seharusnya seorang guru mengajarkan mata pelajaran yang telah ia kuasai dan telah ia pelajari selama pendidikannya untuk menjadi seorang guru.

Intergritas sekolah pun masih belum merata, pendidikan yang terdapat di kota pusat pemerintahan diunggulkan sedangkan di kota-kota lain masih kurang kelayakannya. Yang saya inginkan adalah keadilan. Setiap rakyat berhak mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan bisa menekankan nilai kedisiplinan dan kejujuran untuk menghasilkan etos kerja yang baik. Maka dengan itu semua Indonesia akan dapat bersaing dengan dunia. Seperti negara Jepang yang memiliki etos kerja yang tinggi.

Dengan bersedih hati saya mengatakan, Indonesia masih sangat jauh jika dibandingkan dengan Jepang. Kurangnya nilai spiritual yang disisipkan dalam dunia pendidikan menjadikan para pelajar mengabaikan nilai-nilai moral, nilai-nilai sosial, nilai-nilai kejujuran, dan juga nilai-nilai kedisiplinan, sehingga kecurangan terus terjadi baik di dunia pendidikan maupun diluar dari pada itu.

Para pelajar berpikir bahwa kesuksesan hanya dilihat dari ijazah yang tertera nilai tinggi atau dilihat dari jenis sekolah yang elite atau diunggulkan. Hal ini saya ungkapkan karena saya melihat kebudayaan negatif yang begitu melekat pada para pelajar saat ini, seperti mencontek untuk mendapatkan nilai yang tinggi dan membeli bangku sekolah untuk dapat bersekolah di sekolah yang menurutnya elite atau diunggulkan.

Bahkan, Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang sebenarnya dibuat untuk orang-orang yang tidak mampu justru disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak jujur. Sedangkan, orang yang benar-benar membutuhkan malah direbut haknya. Tidak heran setelah masuk dunia kerja, mereka memiliki etos kerja yang rendah dan bisa melakukan kejahatan seperti korupsi. Semua hal ini akan sangat merugikan negara kita tentunya. (Cerita ini dikirim oleh Amaliah Annisa)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...