CERITA ANDA

Komunitas Kopdar Pengicau Tentang Penjarahan Trotoar

Komunitas Kopdar Pengicau mengajak masyarakat tertib di jalanan.
Komunitas Kopdar Pengicau Tentang Penjarahan Trotoar
Komunitas Kopdar Pengicau (U-Report)
VIVA.co.id - Komunitas Kopdar Pengicau (Kopcau) mengajak para pengguna jalan tidak menjarah trotoar. Penjarahan terhadap jalur untuk pedestrian itu mencerminkan perilaku arogan dan tidak menghargai sesama pengguna jalan.

“Selain itu, bisa memicu terjadinya kecelakaan dan gesekan di antara para pengguna jalan,” tegas Saiful, ketua Kopcau di sela aksi damai “Setop Jarah Trotoar”, di Jakarta, Jumat (30/10) sore.

Menurut dia, fakta memperlihatkan bahwa pejalan kaki merupakan salah satu pengguna jalan yang rentan menjadi korban kecelakaan. Di dunia, setiap jam sekitar 31 pedestrian tewas akibat kecelakaan di jalan. Sedangkan di Indonesia, nyaris setiap jam ada satu pedestrian yang meninggal dunia akibat kecelakaan.

“Hal ini mencerminkan perlunya para pengguna jalan untuk sudi toleran dan berbagi ruas jalan,” ujar Edo Rusyanto, penasihat Kopcau di kesempatan yang sama.

Dia menambahkan, selain pengguna jalan memprioritaskan para pedestrian, di sisi lain para pedestrian juga harus senantiasa waspada. Termasuk, katanya, ketika para pedestrian menyeberang jalan. Menyeberang di tempat yang disediakan dan bila tidak ada fasilitas itu, hendaknya menyeberang dengan penuh kehati-hatian. Salah satunya, memberi isyarat kepada pengendara bahwa ada penyeberang jalan.

Sementara itu, Humas Kopcau, Eko Nugroho menjelaskan, aksi simpatik yang digelar pihaknya untuk mengingatkan seluruh pengguna jalan. Ajakan selamat yang disuarakan komunitas tersebut mengusung beberapa pesan. “Salah satunya, Setop Jarah Trotoar,” tegasnya.

Kopcau menyadari bahwa ajakan berperilaku selamat tidak serta merta membuat seluruh pengguna jalan berubah dalam sekejap. Butuh waktu untuk mengubah mentalitas jalan pintas yang kerap melanggar aturan di jalan.

Kopdar Pengicau didirikan di Jakarta pada 23 Desember 2012. Awalnya, komunitas ini beranggotakan para admin twitter dari komunitas atau klub sepeda motor di Jabodetabek. Kini, setiap individu bisa menjadi anggota komunitas itu asal memiliki kepedulian pada masalah keselamatan jalan.

Dalam kopdar yang digelar dua minggu sekali pada Jumat malam, Kopdar Pengicau menelorkan satu poster digital yang berisi pesan kampanye keselamatan jalan. Poster digital itu disebar lewat akun twitter @kopdarpengicau dan akun para anggotanya. Selain itu, disebar juga lewat media sosial lainnya seperti facebook, path, dan makro blogging hingga media massa konvensional. (Cerita ini dikirim oleh Eko, Jakarta)
KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...